Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Melemah, Yen Menguat Di Tengah Sentimen Risiko Positif
Tuesday, 23 December 2025 08:45 WIB | US DOLLAR |ECONOMIC

Dolar AS kembali melemah pada hari Selasa, melanjutkan penurunan yang sudah berlangsung selama dua hari berturut-turut. Sentimen risiko yang membaik menjelang akhir tahun menjadi faktor utama yang mendorong melemahnya dolar. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%, setelah sebelumnya terjun 0,4% pada hari Senin. Investor mulai menunjukkan optimisme menjelang liburan akhir tahun, yang berdampak pada pergerakan mata uang utama.

Yen menguat signifikan, menembus level 157 terhadap dolar, mendukung posisi mata uang Jepang yang sebelumnya sempat tertekan. USD/JPY turun 0,3% ke 156,58, setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan bahwa Jepang memiliki "kebebasan penuh" untuk mengambil tindakan tegas terhadap pergerakan mata uang yang tidak sesuai dengan fundamental.

Rodrigo Catril, strategis mata uang di National Australia Bank, mengatakan bahwa sentimen positif dari sesi New York sebelumnya melanjutkan pengaruhnya hingga sesi perdagangan Asia-Pasifik. "Lingkungan perdagangan menjelang Natal relatif ringan, namun saat ini, jalur kemudahan terendah adalah untuk perpanjangan kelemahan dolar," ujarnya.

Sementara itu, AUD mendapat dorongan kecil setelah notulen RBA (Bank Sentral Australia) menunjukkan kekhawatiran mereka terhadap risiko inflasi yang meningkat. AUD/USD bergerak stabil di 0.6659, dengan level resistansi di 0.6686-0.6707 yang mencakup puncak tertinggi pada 17 September dan 10 Desember.

Di sisi pasar obligasi, imbal hasil Treasury 2-tahun turun 1 basis poin menjadi 3,50%, sementara imbal hasil Treasury 10-tahun juga merosot 1 basis poin ke 4,16%, mencerminkan pandangan pasar yang lebih dovish terhadap kebijakan moneter AS.

Meskipun ada penurunan kecil dalam nilai dolar, EUR/USD tetap stabil di 1,1767, sementara GBP/USD naik tipis 0,1% menjadi 1,3473, mendukung keyakinan bahwa kondisi pasar tetap positif untuk sebagian besar mata uang utama.

Dengan sentimen pasar yang mendukung risiko, dolar AS diprediksi akan tetap tertekan dalam beberapa hari ke depan. Jika tren ini berlanjut, para investor mungkin akan terus mengalihkan perhatian mereka ke mata uang-mata uang yang lebih stabil, termasuk yen dan australian dollar, yang mendapat keuntungan dari kebijakan domestik yang lebih optimis.(asd)

Sumber: Bloomberg.com

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS